Menurut Kantor Berita ABNA, 15 orang dari kelompok teroris Suriah mengaku telah berhubungan badan dengan seorang gadis Katolik bernama Maryam setelah melakukan penyerangan di pemukiman komunitas Kristiani di wilayah Homs. Menurut kesaksian saksi mata menyebutkan, ke 15 teroris tersebut adalah anggota pasukan Jabhah An Nashrah, yang menyerang sebuah rumah warga Katolik di desa al Qashir dan kemudian menculik Maryam dan memperkosanya.
Pemimpin Jabhah An Nashrah di Al Qashir menolak tegas dia dan pasukannya telah memperkosa gadis Katolik setempat. Akunya dia bukan memperkosa tetapi menikahi gadis itu secara sah. Menurut pengakuannya sendiri, dia menikahi Maryam di hari pertama, kemudian menceraikannya keesokan harinya, kemudian dinikahi oleh salah satu pasukannya, dan esoknya kembali diceraikan dan dinikahi lagi anggota pasukan yang lain, begitu seterusnya sampai 15 hari, Maryam telah dinikahi dan diceraikan oleh 15 laki-laki.
Selama 15 hari tersebut Maryam juga mengalami penyiksaan fisik dan teror secara mental. Diberitakan salah satu situs berita setempat rabu [4/12], setelah dibebaskan Maryam mengalami gangguan mental dan paranoid setiap melihat laki-laki yang tidak dikenalinya. Berita terakhir menyebutkan Maryam meninggal dunia oleh sebab yang tidak diketahui.
Pasukan Jabhah An Nashrah mengaku melakukan tindakan tersebut berdasarkan fatwa ulama mereka yang membolehkan menjadikan perempuan non muslim sebagai tawanan dan budak mereka.